Tentang UGM
IT Center
Perpustakaan
Penelitian
Webmail
Bahasa Indonesia
English

Pentingnya Bahasa Tubuh Saat Wawancara Kerja

Posted on 06/10/2015 by Administrator
Post on
06
Oct
2015

Diterima bekerja pada perusahaan idaman merupakan kebanggan tersendiri bagi para pencari kerja. Memiliki IPK tinggi dan segudang pengalaman tidak menjamin dengan mudah diterima bekerja di suatu perusahaan. Oleh karenanya, Anda harus sadar sepenuhnya bahwa tidak hanya Anda yang sedang dalam status pencari kerja.

Agar sukses diterima bekerja, proses wawancara/interview adalah kunci utamanya. Anda harus mengetahui trik khusus dalam menampilkan diri di depan pewawancara. Sehingga mereka yakin menerima Anda untuk bekerja. Mendapatkan pekerjaan yang didambakan bukan hanya ditentukan oleh kepiawaian berbicara saat wawancara kerja. Melainkan juga bagaimana perilaku Anda.

Body language atau bahasa tubuh sangat berpengaruh pada kesan pertama Anda saat melakukan wawancara kerja. Bagaimana menyapa dan berjabat tangan, itu semua menjadi penilaian. Dilansir Tempo.co, Februari 2015, berikut ini beberapa bahasa tubuh yang baik dilakukan saat wawancara kerja.

Berjabat tangan

Berjabat tanganlah dengan penuh percaya diri. Jangan sampai tangan Anda bergetar saat berjabat dengan pewawancara. Ini menjadi salah satu penilaiannya, apakah Anda memiliki kepercayaan diri yang tinggi ataukah tidak

Hindari zona pribadi

Jika proses wawancara berlangsung, seringkali terbuai untuk berbicara secara terus menerus. Akan tetapi, Anda harus berhati-hati terkadang pembahasan yang dibicarakan sudah melewati batas. Jangan membahas sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan dunia kerja.

Terbuka

Berbicara apa adanya akan menjadi penilaian plus bagi pewawancara. Jangan ragu untuk mengatakan kemampuan dan kekurangan dalam diri Anda saat bekerja kepada pewawancara.

Kontak mata

Kontak mata sangat penting. Jika mengabaikannya, Anda bisa merusak semuanya. Kontak mata juga menjadi penanda bahwa Anda berfokus pada pewawancara dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Jangan kehilangan fokus

Tetaplah berfokus, menjawab pertanyaan dengan baik dan tenang. Serta kondisikan diri Anda sebagai pendengar yang baik saat pewawancara berbicara.